Empat Unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati B (TJB),
di Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah,
kesulitan membuang limbahnya, batubara. Jika tidak ada solusi, tahun
depan PLTU bisa berhenti operasional. Demikian I Dewa Gede Ngurah
Ambara, General Manager PT (Persero) PLN, PLTU TJB, saat dikonfirmasi
lewat selulernya, Jumat (17/5/2013).
Tiap hari volume limbah
batubara yang dibuang (keluar PLTU TJB) 1.000 ton. Semula diangkut
dengan armada dump truk. Tapi distop warga, karena kendaraan itu
dianggap merusak infrastruktur/jalan-jalan. Lalu, diangkut dengan
tongkang dari laut, tetapi di-demo para nelayan. Dianggap merusak
terumbu karang dan dikhawatirkan menciptakan polusi. Nelayan minta,
limbah diangkut dengan kapal kargo guna mencegah kebocoran (limbah
cair).
Kata IDGN Ambara, saat ini PLTU TJB punya area
penampungan limbah seluas 16 Ha dan sudah digunakan selama 6 tahun. Kini
tengah disiapkan penambahan lokasi baru, seluas 30 Ha. Medio 2014 sudah
dapat digunakan. Diperkirakan dapat dimanfaatkan selama 10 tahun. "Jika
limbah
tak bisa dibuang keluar, lokasi penampungan yang ada saat ini,
hanya bisa bertahan setahun," jelasnya.
Berbagai Problem
Menurut
IDGN Ambara, jika limbah tak bisa diangkut/dibuang keluar. Maka satu
unit PLTU.TJB akan berhenti operasional dan Kabupaten Jepara gelap
total. Unit-unit lainnya akan menyusul "off", bila problem kian berlarut tak teratasi. Limbah itu berupa "fly ash", "gypsum", "bottom ash",
semula diambil gratis oleh pabrik semen (PT Holcim) dan "redi mix"
pemroduksi batu beton. Karena armada angkutan mereka dilarang warga,
pengambilan limbah PLTU.TJB berhenti.
Muspida Kabupaten Jepara
khususnya jajaran Polres Jepara, prihatin. Sebab sejak PLTU TJB
dibangun, berbagai problem muncul. Misalnya, medio Juli 2011, timbul
problem uap garam yang disemburkan cerobong PLTU. Ratusan Ha sawah,
ladang, dan kebun milik para petani sekitarnya, rusak parah. Keresahan
petani mereda, manakala Muspida turun tangan dan PLTU TJB bersedia
mengganti kerugian mereka.
Semua masalah lalu, sudah kita atasi.
Kini yang di depan, masalah pembuangan limbah. Harus segera dipikirkan
solusinya, agar tak berdampak merugikan semua fihak. Soal kerusakan
jalan misalnya, diharapkan bisa segera diatasi, agar tidak terjadi
stagnasi atas kelancaran angkutan limbah keluar dari PLTU.TJB. Demikian
IDGN Ambara seraya minta pemberitaan yang ada, jangan sampai menimbulkan
keresahan masyarakat.
Posting Komentar