Popular Post

mas template
Headlines News :

Statistik

Diberdayakan oleh Blogger.

Kontingen Kwarcab Jepara dilepas ke Geladi Widya Cakra Adhi Birawa


Kontingen Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Jepara dilepas oleh pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) Jepara untuk mengikuti Geladi Widya Cakra Adhi Birawa di halaman Sekretariat Daerah (Setda) Jepara (17/9). Kegiatan Geladi
Widya Cakra Adhi Birawa tersebut dilaksanakan pada tanggal 19 hingga 23 September 2013 di Bumi Perkemahan Karanggeneng Ungaran.
Bupati Jepara Ahmad Marzuqi dalam upacara pelepasan yang bersamaan dengan upacara peringatan Hari Perhubungan Nasional berpesan secara khusus kepada kontingen untuk selalu menjaga kesehatan dan membawa nama baik Jepara. Bupati juga berharap agar kontingen mendapatkan prestasi dalam mengikuti kegiatan tersebut.

PLTU Jepara Gunakan Teknologi Ramah Lingkungan

PLTU Jepara Gunakan Teknologi Ramah Lingkungan

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati B, di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menggunakan teknologi paling mutakhir dan ramah lingkungan kata General Manager PT PLN Pembangkitan PLTU TJB Jepara Dewa Gede Ngurah Ambara.

"Hal itu, ditandai dengan digunakannya berbagai peralatan khusus, seperti Flu Gas Desulphurization (FGD) yang berfungsi menyerap kadar sulfur dari hasil pembakaran batu bara, sehingga kadar sulfur yang dikeluarkan oleh PLTU TJB menjadi rendah," ujarnya didampingi Manajer Engineering Karyawan Adji dan Deputi Manajer Lingkungan Agus Permana, di Jepara, Rabu (15/5).

Ia menegaskan, bahwa PLTU TJB merupakan satu-satunya pembangkit di Indonesia yang memiliki teknologi FGD.

Sedangkan dari sisi manajemen, kata dia, PLTU Tanjung Jati B sangat berkomitmen untuk menjaga kondisi lingkungan.

Komitmen tersebut, katanya, semakin ditingkatkan dengan diluncurkannya program e-green sebagai dasar komitmen operasional sehari-hari dari semua perusahaan yang ada di PLTU TJB.

Lewat program tersebut, kata dia, proses produksi diupayakan seoptimal mungkin, berupaya menciptakan lingkungan yang elegan di area kerja, kinerja yang bagu, pemberdayaan masyarakat, dan mempertahankan budaya saling dukung dalam proses kerja sehari-hari untuk mencapai kinerja yang bagus.

Pemuda AS Diadili karena Berniat Gabung dengan Al-Qaeda

Pemuda AS Diadili karena Berniat Gabung dengan Al-Qaeda

New York - Seorang pria Amerika Serikat (AS) diadili karena berusaha bergabung dengan jaringan Al-Qaeda di Yaman. Pria yang lahir dan besar di AS ini dituding mengobarkan jihad dengan kekerasan dan berkonspirasi melakukan pembunuhan di luar negeri.

Marcos Alonson Zea (25) yang juga dikenal sebagai Ali Zea ditangkap di rumahnya di Long Island, New York, pada Jumat (18/10) waktu setempat. Demikian seperti dilansir AFP, Sabtu (19/10/2013).

Zea dituding berkonspirasi untuk melakukan pembunuhan, memberikan dukungan bagi teroris dan juga jaringan Al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) dan menghambat peradilan.

Jaksa menerangkan, pada tahun 2011 lalu Zea berencana untuk berpergian ke luar negeri untuk menyerukan jihad dengan kekerasan melawan apa yang disebutnya sebagai musuh Islam, termasuk pemerintah Yaman. Yaman merupakan kampung halaman pendiri Al-Qaeda Osama bin Laden dan juga markas besar AQAP.

Rencana tersebut direalisasikan pada 4 Januari 2012 lalu, ketika Zea terbang dari New York ke London untuk kemudian menuju Yaman. Namun Zea dihentikan oleh petugas imigrasi di Inggris dan kemudian dipulangkan ke AS.

Dilarang untuk berpergian, Zea kemudian menyemangati temannya, Justin Kaliebe yang berencana melakukan perjalanan ke Yaman. Kaliebe sendiri telah ditangkap FBI di bandara JFK, New York pada 21 Januari 2013.

FBI menemukan materi ekstremis di dalam komputer milik Zea, termasuk materi majalah online AQAP. Majalah tersebut bertujuan untuk meradikalisasi kaum muda muslim, terutama keturunan Barat. Terdapat juga instruksi pembuatan bom.

"Meskipun dilahirkan dan dibesarkan di AS, Zea diduga mengkhianati negaranya sendiri," tegas jaksa Loretta Lynch dalam pernyataannya.

E-mail Mantan Presiden Meksiko Diretas Pihak Amerika

E-mail Mantan Presiden Meksiko Diretas Pihak Amerika 

Amerika, - Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat meretas akun email publik milik mantan Presiden Meksiko Felipe Calderon. Hal tersebut dilakukan sebagai bagian sistematis untuk bisa menguping pejabat pemerintahan Meksiko.

Seperti yang dilaporkan sebuah majalah Jerman pada hari Minggu. Dan dilansir oleh nbcnews.com, Senin (21/10/2013). Harian Mingguan Der Spigiel ("The Mirror") mengutip sebuah dokumen yang disediakan Mantan teknisi Badan Intelijen Amerika, Edward Snowden yang menunjukkan bahwa "top secret" operasi badan keamanan nasional Amerika Serikat telah berhasil memanfaatkan kunci ke server domain akses untuk selanjutnya mendapatkan selanjutnya masuk ke akun email publik Presiden Felipe Calderon.

Menanggapi laporan Harian Der Spiegel, juru bicara NSA pada hari minggu mengatakan, pihaknya tidak akan memberikan komentar kepada publik secara spesifik mengenai kegiatan intelegen, dan sesuai dengan kebijakan kita telah menjelaskan pihak Amerika Serikat mengumpulkan intelejen asing sesuai dengan tipe dari setiap negara

"Seperti apa yang dikatakan oleh presiden dalam pidatonya di majelis umum PBB, Kita akan memulai untuk meninjau cara kami mengumpulkan data intelejen, jadi kami akan memulai lebih fokus dalam menyeimbangkan legitimasi keamanan masyarakat kami dan setiap rahasia para sekutu," ujar juru bicara tersebut.

Menurut laporan, ini bukan yang pertama kali Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat mencoba meretas rekenin Calderon dengan cara menguping pembicaraan pejabat pemerintahan Meksiko. NSA diduga memata-matai Presiden Enrique Pea Nieto saat dia mencari jabatan politik pada tahun 2012.

 

Featured Today

mas template

Trending Topic

Blogger news

Label 1

mas template
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. MCI Media cerobong Informasi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger