
Amerika, - Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat
meretas akun email publik milik mantan Presiden Meksiko Felipe Calderon.
Hal tersebut dilakukan sebagai bagian sistematis untuk bisa menguping
pejabat pemerintahan Meksiko.
Seperti yang dilaporkan sebuah
majalah Jerman pada hari Minggu. Dan dilansir oleh nbcnews.com, Senin
(21/10/2013). Harian Mingguan Der Spigiel ("The Mirror") mengutip sebuah
dokumen yang disediakan Mantan teknisi Badan Intelijen Amerika, Edward
Snowden yang menunjukkan bahwa "top secret" operasi badan keamanan
nasional Amerika Serikat telah berhasil memanfaatkan kunci ke server
domain akses untuk selanjutnya mendapatkan selanjutnya masuk ke akun
email publik Presiden Felipe Calderon.
Menanggapi laporan Harian
Der Spiegel, juru bicara NSA pada hari minggu mengatakan, pihaknya tidak
akan memberikan komentar kepada publik secara spesifik mengenai
kegiatan intelegen, dan sesuai dengan kebijakan kita telah menjelaskan
pihak Amerika Serikat mengumpulkan intelejen asing sesuai dengan tipe
dari setiap negara
"Seperti apa yang dikatakan oleh presiden
dalam pidatonya di majelis umum PBB, Kita akan memulai untuk meninjau
cara kami mengumpulkan data intelejen, jadi kami akan memulai lebih
fokus dalam menyeimbangkan legitimasi keamanan masyarakat kami dan
setiap rahasia para sekutu," ujar juru bicara tersebut.
Menurut
laporan, ini bukan yang pertama kali Badan Keamanan Nasional Amerika
Serikat mencoba meretas rekenin Calderon dengan cara menguping
pembicaraan pejabat pemerintahan Meksiko. NSA diduga memata-matai
Presiden Enrique Pea Nieto saat dia mencari jabatan politik pada tahun
2012.
Posting Komentar